Langkah strategis dalam memperkokoh tali silaturahmi serta meningkatkan efektivitas pembauran kebangsaan terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. Pada Rabu, 17 Juni 2026, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke FPK Kota Semarang yang bertempat di Ruang Pertemuan DPRD Kota Semarang.

Rombongan dari Jombang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang serta Ketua FPK Kabupaten Jombang, didampingi oleh jajaran pengurus pleno. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kota Semarang bersama Sekretaris FPK Kota Semarang, Bapak Nunung, beserta segenap jajaran pengurus FPK Kota Semarang.

Diskusi Komprehensif: Bedah Program Hingga Mitigasi Konflik
Pertemuan yang difasilitasi di gedung wakil rakyat ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan diisi dengan diskusi panel yang sangat substantif. Delegasi FPK Kabupaten Jombang mengajukan sejumlah poin pertanyaan kunci guna membedah keberhasilan FPK Kota Semarang dalam menjaga kondusivitas wilayah yang heterogen.

Ada 4 aspek utama yang digali secara mendalam oleh FPK Jombang dalam sesi dialog interaktif tersebut:

Tata Kelola Lembaga & Sinergitas: Jombang menggali bagaimana struktur organisasi dan mekanisme kerja FPK Kota Semarang di masyarakat, pola koordinasi vertikal dengan Pemerintah Kota (khususnya Bakesbangpol) dalam hal perencanaan anggaran dan kegiatan, serta metode evaluasi akurat yang digunakan untuk mengukur keberhasilan program.

Inovasi & Pelibatan Masyarakat: Diskusi juga menyoroti program unggulan Kota Semarang yang paling efektif memperkuat kerukunan. FPK Jombang secara khusus menanyakan strategi pelibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, hingga pemanfaatan teknologi informasi/media sosial oleh FPK Kota Semarang untuk merangkul generasi muda dalam menyosialisasikan nilai-nilai toleransi.

Deteksi Dini & Pencegahan Radikalisme: Mengingat pentingnya aspek keamanan sosial, FPK Jombang mengorek strategi deteksi dini potensi konflik berlatar belakang SARA serta peran konkret FPK Kota Semarang dalam mendukung pencegahan radikalisme, intoleransi, dan potensi disintegrasi bangsa.

Manajemen Tantangan: Kedua pihak bertukar pikiran mengenai tantangan terbesar mengelola masyarakat heterogen dan bagaimana solusi konkret untuk mengatasinya.

"Kami datang membawa beberapa poin krusial, mulai dari tata kelola organisasi hingga strategi deteksi dini konflik SARA. Kami ingin menyerap formula terbaik dari Kota Semarang untuk kami adaptasikan di Kabupaten Jombang," ujar Ketua FPK Jombang dalam sesi tanya jawab. 

Tanggapan dan Rekomendasi FPK Kota Semarang
Menanggapi rentetan pertanyaan tersebut, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan bersama Sekretaris FPK Kota Semarang, Bapak Nunung, memberikan pemaparan komprehensif. Mereka menjelaskan pentingnya memposisikan FPK sebagai jembatan yang inklusif dan luwes, didukung oleh penguatan basis data digital, serta komunikasi intensif tiga pilar (Pemerintah, Tokoh Masyarakat, dan Penegak Hukum).

Di akhir sesi, Bapak Nunung beserta jajaran memberikan rekomendasi khusus kepada FPK Kabupaten Jombang untuk terus mengoptimalkan ruang-ruang dialog kultural yang menyentuh akar rumput serta memperkuat kemitraan strategis dengan legislatif dan eksekutif demi efektivitas program di daerah.

Kunjungan studi tiru ini ditutup secara resmi dengan tukar-menukar cinderamata khas daerah masing-masing dan foto bersama sebagai simbol komitmen sinergi berkelanjutan antar-daerah dalam menjaga bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).